Pages

Draft Enigmaze - Chapter 0 part 2 - Psy-Goat-Path

Kambing yang hilang, lalu kepala kambing pun sudah hilang saat ditemukan warga. Kasus yang aneh.Begitu pikirku. Ada tiga tersangka. Bukan, empat. Pak Aji adalah orang pertama yang menuju ke tempat kejadian setelah diberi tahu oleh anak kecil tersebut. Pak Aji yang merupakan pemilik kambing bisa saja menjadi pelaku. Namun apa motifnya.
Kakek Hadi memeliki hubungan yang buruk bisa saja dendam dan melampiaskan kepada kambing. Pak Pardi juga memiliki motif kepada Pak Aji. Sedangkan Palupi, seorang mahasiswa, apa yang dilakukannya di hutan itu?

Setelah menanyai mereka berempat aku mendapat keterangan sebagai berikut :

- Kakek Hadi : Seperti biasa, beliau mengunjungi makam anaknya yang meninggal setahun lalu. Kakek Hadi mengetahui bahwa penabrak adalah Pak Aji. Namun Kakek Hadi tak bisa berbuat apa-apa karena percuma melawan orang kaya.

- Pak Pardi : Beliau mencari kayu bakar untuk dijual lagi. Beliau berkata bahwa Pak Aji telah merampas hidupnya. Beliau merasa dibohongi oleh Pak Aji. Pak Aji membeli semua kambing dengan seperempat harga setelah meyakinkan penduduk bahwa kambing itu telah terkontaminasi penyakit. Pak Aji kemudian mendapat untung besar dengan menjualnya lagi. Pak Pardi yang tidak begitu mengerti tentang penyakit pun percaya saja dengan Pak Aji.

- Palupi : Dia berkata bahwa ada objek penelitian di hutan untuk tugas kuliahnya. Jawaban yang sangat singkat. Dan kami juga tak bisa bertanya lebih jauh lagi karena dia yang paling tidak ada hubungan apapun dengan korban.

- Pak Aji : Setelah mendengar informasi dari anak kecil, beliau segera menuju hutan dan mendapati kambingnya telah tewas. Beliau membantah tuduhan Pak Pardi dan tidak tahu menahu tentang kematian putra dari Kakek Hadi.

Setelah itu Aku dan Z terus berpikir tentang siapa dan apa motifnya. Keempat orang tersebut masih memeliki persentase yang sama sebagai pelaku. Kasus yang tidak biasa ini bahkan tak mampu membuat polisi datang. Polisi paling-paling menganggap ini sebagai kasus yang biasa saja dan tidak membutuhkan bantuan polisi,

Aku dan Z, akhirnya mencoba menuju ke tempat kejadian. Di tempat itu, kami lihat bahwa ada sesuatu yang menarik. Di sebelah kambing yang sudah tak bernyawa itu, ada sebuah gambar aneh yang terukir dalam tanah. Kami pun segera mencari tahu dimana tempat kambing yang sebelumnya ditemukan. Dugaan kami tidak sepenuhnya salah. Ada gambar aneh, seperti gabar burung hantu. Aku sedikit bercanda bahwa sang kambinglah yang menulis pesan kematian ini.

Kami kembali ke tempat kejadian tadi siang. Kambing itu terlihat tidak mengenakkan. Tanpa kepala. Z melihat bekas tebasan di leher kambing, dan berpikir bahwa senjata yang digunakan bukan pisau biasa, dan juga bukan gergaji ataupun parang/gobed. Sisa tebasannya yang terlihat seperti hanya ditebas sekali membuat kami berpikir bahwa pelaku menggunakan pedang.

Namun, kepala desa meyakinkan bahwa tidak ada penduduk yang mempunyai pedang. Keempat orang tersangka pun digeledah dan memang tak terdapat pedang. Setelah berpikir, akhirnya Aku mengerti pedang yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya. Pelaku adalah orang yang berusaha untuk membohongi kami. Dan aku yakin bahwa dia adalah seorang psikopat yang memiliki masa lalu yang buruk dengan kambing.

To Be Continued...

0 comments:

Post a Comment